Self-Sabotage: Kenapa Kita Justru Menghambat Diri Saat Kesempatan Baik Datang?
 Kadang hidup memberi kita sesuatu yang dari luar tampak sebagai “langkah maju”: kesempatan kerja yang sudah lama ditunggu, peran baru yang membuat kita bangga, orang yang percaya pada kemampuan kita, atau ruang untuk menunjukkan kualitas diri. Anehnya, justru pada titik seperti itu banyak orang mulai mengalami benturan batin yang tidak terlihat. Secara logika, kita tahu kesempatan itu bagus. Tapi secara emosional, tubuh bereaksi sebaliknya: cemas, tegang, nggak tenang, bahkan cenderung ingin menghindar. Tiba-tiba muncul pikiran seperti: “Aku takut salah.” “Aku belum layak.” “Kalau gagal, semua orang bakal lihat.” “Lebih baik mundur daripada nanti malu.” Dan tanpa sadar, kita mulai melakukan hal-hal yang merusak diri sendiri: Menunda hal penting padahal sebenarnya mampu. Memperumit hal yang sederhana. Overthinking sampai capek sendiri. Menghindari tanggung jawab yang justru bisa membawa hidup maju. Fokus pada hal kecil agar tidak berurusan dengan hal yang besar. Menurunkan standar dir...