Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2025

Refleksiku Menyambut Tahun 2026

Menjelang akhir 2025, mungkin kita sama-sama merasakan satu hal: hidup terasa semakin cepat, ramai, dan mudah memancing reaksi. Sentimen datang dari mana-mana—media sosial, berita, percakapan, opini. Kadang sebelum sadar, tubuh sudah tegang, hati menghangat, pikiran ikut terseret. Di titik ini, satu kemampuan terasa semakin penting untuk kita bawa ke 2026: kemampuan untuk menjeda sebelum bereaksi. Bukan menahan emosi. Bukan mematikan perasaan. Melainkan memberi ruang kecil agar kita tidak langsung hanyut. Setiap kali sentimen terasa kencang—entah marah, tersinggung, takut, atau gelisah— kita bisa berhenti sejenak. Tarik napas. Lalu bertanya dengan jujur ke dalam diri: Apakah respons ini benar-benar berasal dari diriku? Atau ini hanya reaksi yang muncul karena suasana di luar sedang panas? Sering kali, pertanyaan ini saja sudah cukup untuk menurunkan gelombang pertama. Jika dorongan untuk bereaksi masih kuat, kita bisa melanjutkan dengan pertanyaan yang lebih membumi: Apakah respons sep...

Kenapa Hati Langsung Gelisah Saat Pesan Tak Dibalas? Memahami Ketergantungan Emosional dan Rasa Aman dalam Relasi

 Pernah mengalami suasana hati langsung berubah hanya karena pesan belum dibalas, nada bicara terasa berbeda, atau seseorang tiba-tiba lebih diam? Secara logika kita tahu orang bisa sibuk, capek, atau butuh waktu sendiri. Tapi tubuh keburu bereaksi: gelisah, tegang, pikiran muter, hati sulit tenang. Reaksi ini sering muncul begitu cepat, seolah ada sesuatu yang “tidak beres”, meski belum ada bukti apa pun. Yang sebenarnya terjadi sering bukan soal situasi saat ini, melainkan cara sistem emosi membaca sinyal. Tubuh menangkap jarak, diam, atau perubahan kecil sebagai ancaman. Bukan karena orang lain salah, tapi karena ada bagian diri yang belum merasa aman. Sistem emosi bekerja lebih cepat dari pikiran sadar, jadi sebelum sempat berpikir jernih, tubuh sudah masuk mode siaga. Di titik inilah pola ketergantungan emosional mulai terbentuk. Bukan karena kita lemah atau manja, tapi karena di masa awal kehidupan, rasa aman dalam hubungan tidak selalu hadir secara konsisten. Kadang ditemani, k...