Luka Masa Kecil yang Diam-Diam Membentuk Cara Kita Bereaksi
Pernahkah kamu merasa, setiap kali punya tekad kuat, tiba-tiba semangatmu luruh hanya karena komentar orang lain? Dulu, aku terjebak dalam pola ini. Begitu dipatahkan, aku langsung berhenti. Ternyata, jawabannya tersimpan jauh di masa lalu. Sejak lahir, perjuanganku sudah dimulai. Aku lahir prematur dan mengalami keterlambatan perkembangan. Di saat anak seusianya sudah berlarian, aku yang berusia 3 tahun saat itu masih belum bisa berjalan. Kondisi fisikku sebagai tunanetra membuat orang tua berjuang lebih keras agar aku bisa mandiri. Aku baru benar-benar bisa berjalan di usia 4 tahun. Namun, di balik keberhasilan itu, ternyata ada luka yang tertinggal dalam ingatan bawah sadarku. Saat sedang menempuh sertifikasi untuk menjadi Hipnoterapis, aku memutuskan untuk mengambil sesi terapi pribadi. Aku ingin pulih, sekaligus ingin merasakan langsung: "Bagaimana rasanya menjalani terapi dari sudut pandang seorang tunanetra?" Di bawah panduan guruku, aku dipandu untuk kembali ke masa...