Aku Sudah Memaafkan, Tapi Kenapa Masih Sakit?

 Pernah tidak, kamu sudah mencoba berbagai cara berulang kali dan bilang, Aku ikhlas, aku sudah memaafkan dia. Tapi anehnya, rasa sakit itu masih sering muncul tiba-tiba. Ingatan tentang kejadiannya masih berputar-putar di kepala, dan dada tetap terasa sesak tiap kali teringat.


Rasanya lelah ya, sudah berusaha memaafkan namun ganjalan itu tidak kunjung pergi. Sering kali, proses memaafkan ini baru sampai di level logika berpikir kita saja, namun belum menyentuh sampai ke dalam hati dan pikiran bawah sadar.


Inilah kenapa tubuh masih "protes" melalui rasa sesak atau gelisah. Pikiran bawah sadar kamu mungkin masih menggenggam luka itu sebagai bentuk perlindungan diri. Di sinilah Hipnoterapi berperan sebagai jembatan untuk membantu kamu menjangkau hati lebih dalam.


Tahap pertamanya bukan memaksa untuk langsung sembuh, tapi justru berani menerima dan menyadari bahwa luka itu memang masih ada. Kita belajar untuk "duduk bersama" dengan rasa sakit itu—mencoba mendengarkan apa yang ingin disampaikan oleh diri kita sendiri tanpa menghakimi


Dengan mengizinkan emosi tersebut untuk keluar, kita bisa mulai mengurai simpul lukanya satu per satu. Saat hati dan pikiran bawah sadar sudah merasa aman untuk melepaskan, biasanya beban di dada pun akan memudar secara alami dan terasa jauh lebih ringan


Memaafkan adalah perjalanan penyelarasan antara apa yang kita pikirkan dengan apa yang benar-benar kita rasakan. Pernah merasa sudah ingin ikhlas tapi hati kecil masih terasa berat? Cerita yuk!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kenapa Hati Langsung Gelisah Saat Pesan Tak Dibalas? Memahami Ketergantungan Emosional dan Rasa Aman dalam Relasi

Validasi Diri Bukan dari Luar: Mengapa Kita Sering Terjebak Membuktikan Diri?

Self-Sabotage: Kenapa Kita Justru Menghambat Diri Saat Kesempatan Baik Datang?