“Saat Tidak Ada yang Pernah Percaya Padamu: Belajar Menjadi Sosok Aman untuk Diri Sendiri”

Catatan Ansoku Circle 6 Desember 2025


Sharing

Hari ini saya membaca satu kalimat dari psikolog anak yang bilang, “Sebelum anak percaya pada dirinya, lebih dulu ada orang tua yang percaya pada kemampuan anak.” Saat membacanya, ada sesuatu di dalam diri saya yang terasa tersentuh. Kalimat itu sederhana, tapi membuka kembali ruang kecil dalam diri—ruang masa kecil yang kadang masih menyimpan sunyi.

Banyak dari kita tumbuh dengan keraguan pada diri sendiri. Bukan karena kita tidak mampu, tetapi karena dulu tidak selalu ada sosok yang mengatakan, “Aku percaya kamu bisa.” Beberapa dari kita bahkan tumbuh tanpa pernah merasakan keyakinan itu, sehingga langkah demi langkah terasa penuh kehati-hatian, seolah kita harus selalu benar agar diterima.

Lalu muncul pertanyaan, kalau dulu tidak ada yang percaya pada kita, apa yang bisa kita lakukan sekarang? Dalam proses pemulihan yang saya temui, pelan-pelan saya menyadari bahwa kitalah yang perlu menjadi figur yang dulu kita butuhkan. Bukan untuk menutupi masa lalu, tetapi untuk menguatkan diri kita yang sekarang—dengan kata-kata lembut yang dulu tak sempat hadir: “Aku lihat usaha kamu,” “Kamu sudah bertahan sejauh ini,” “Tidak apa-apa kalau pelan-pelan.”

Inner child kita sering hanya butuh diyakinkan bahwa ia boleh merasa cukup, bahwa ia tidak harus sempurna untuk dipercaya. Dan ketika kita mulai memberi ruang itu, sesuatu dalam diri terasa lebih longgar.

Percaya bukanlah hal besar, tetapi dampaknya bisa sangat dalam. Ketika seseorang percaya pada kita, dunia terasa sedikit berubah warna. Dan ketika kita mulai belajar percaya pada diri sendiri, langkah sekecil apa pun terasa mungkin. Pemulihan memang dimulai dari momen-momen kecil seperti itu—ketika kita memilih untuk berbicara lebih lembut kepada diri sendiri, dan berani mengakui bahwa kita berharga.

Maka mungkin hari ini kamu bisa menyimpan kalimat ini untuk dirimu:

“Aku percaya sama kamu. Kamu sedang belajar, dan itu sudah cukup.”

Kalau dulu tidak ada yang mengatakannya, sekarang kamu boleh memberikannya pada dirimu sendiri. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kenapa Hati Langsung Gelisah Saat Pesan Tak Dibalas? Memahami Ketergantungan Emosional dan Rasa Aman dalam Relasi

“Kenapa Setelah Bertemu Orang Kamu Malah Merasa Bersalah? Ternyata Ini Luka Batin yang Bekerja Diam-Diam”

“Anak Terlalu Penurut Bukan Selalu Tanda Baik: Luka Batin yang Bisa Terbentuk Tanpa Disadari Orang Tua”