Bertemu Diri Bayi Saya: Rasanya…
Catatan Ansoku Circle 6 Desember 2025Sharing
Teman-teman, saya ingin berbagi satu pengalaman pribadi yang cukup membekas bagi saya.
Pengalaman ini terjadi sekitar satu bulan lalu, dalam sesi Ansoku Circle Distance Healing yang diadakan setiap hari Minggu malam. Saat itu, saya sedang memandu peserta untuk kembali merasakan sisi diri kecil mereka—inner child—bagian diri yang kadang menyimpan emosi atau kebutuhan yang belum sempat terungkap.
Biasanya saya fokus pada alur proses untuk peserta. Namun malam itu, tubuh saya memberi respons yang tidak saya duga. Di tengah saya berbicara, muncul sensasi hangat di sisi kiri tubuh saya. Kehangatan itu lembut, kecil, dan sangat nyata—seperti kepala seorang bayi yang tidur di tangan kiri saya.
Sensasinya datang begitu jelas:
kecil, hangat, lembut, dan seolah benar-benar mencari kenyamanan.
Saya berhenti sejenak dalam batin, lalu secara spontan “memeluk” sensasi itu dari dalam. Kehangatan itu kemudian menyebar ke seluruh tubuh saya dengan tenang—seperti sesuatu yang akhirnya menemukan ruang untuk beristirahat.
Perlahan saya menyadari bahwa bayi kecil yang saya rasakan adalah bagian diri saya sendiri.
Versi paling awal dari diri saya—yang mungkin dulu belum selalu mendapatkan rasa aman.
Merasakan kehadirannya membuat saya semakin memahami bahwa proses pemulihan kadang muncul dari hal-hal yang sederhana dan sangat personal.
Saya merasakan ketenangan, kerentanan, dan kebutuhan untuk dipeluk apa adanya.
Malam itu menjadi pengingat bahwa pemulihan tidak selalu datang melalui proses besar. Kadang ia muncul lewat sensasi halus ketika kita hadir penuh pada diri sendiri.
Saya berbagi ini agar teman-teman juga memberi ruang bagi diri kecil masing-masing.
Kadang bagian itu muncul bukan untuk mengganggu, tetapi untuk menunjukkan apa yang masih membutuhkan perhatian, pemahaman, dan kelembutan.
Komentar
Posting Komentar